Maret 2, 2024

Ketika musim penerimaan siswa-siswa baru, hampir semua sekolah mengatur strategi untuk bagaimana menarik minat calon murid baru. Persaingan-persaingan ini memberikan kesempatan untuk masing-masing sekolah mencari dan mengekspose keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Dengan mengedepankan keunggulkan atau pencapaian, baik dalam bidang akademik maupun non akademik, sepertinya memberikan energy  baru untuk berbicara kepada publik tentang sekolah dan sepak terjangnya. Sekolah-sekolah terkenal dan memiliki nama, selalu mengedepankan nilai-nilai akademik maupun non akademik sebagai cara untuk meyakinkan orang tua agar bisa menitipkan anak mereka pada sekolah yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai sekolah unggul.

Semestinya promosi sekolah itu tidak harus dilakukan pada saat-saat pendaftaran murid baru tetapi prestasi siswa dan guru-guru harusnya tetap dipublikasikan kepada publik sebagai capaian prestasi. Beberapa tahun yang lalu, ketika masih mengajar pada sebuah sekolah swasta bergengsi, ada  penekanan utama adalah perilaku dan kehidupan akademik maupun non akademik. Prestasi-prestasi yang diraih oleh anak, baik di tingkat nasional maupun internasional, dipublikasikan dalam bentuk pigura. Pigura-pigura yang terpasang pada gerbang pintu masuk dan lorong-lorong sekolah, memperlihatkan foto wajah siswa-siswi yang selama ini berprestasi dalam bidang akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Foto melambangkan kisah perjuangan dan setiap hari, ketika memasuki gerbang utama sekolah itu, sepertinya memasuki sebuah ruang pertarungan. Foto-foto atau pigura yang mengabadikan moment keberhasilan siswa-siswi menjadi daya pacu bagi anak-anak didik lain agar ketika berada di sekolah, selalu berada dalam suasana belajar dan berusaha untuk menjadi orang-orang unggul dalam setiap bidang akademik maupun non akademik.

 Media promosi yang paling menarik adalah prestasi siswa-siswi karena dengan memperlihatkan prestasi anak-anak didik, secara tidak langsung telah membangun kepercayaan publik  terhadap sekolah tersebut. Keberadaan sekolah saat ini yang semakin menjamur, membawa daya saing tersendiri dalam upaya untuk merebut hati calon murid baru. Prestasi siswa-siswi, fasilitas sekolah dan juga penawaran discount pada saat penerimaan siswa baru tetap ditonjolkan sebagai sarana penting untuk menaklukan hati orang tua dan juga anak-anaknya yang akan menjadi calon murid baru.     

Nilai jual apa yang perlu ditunjukkan oleh sekolah Insan Teratai? Pertama, Sejak berdirinya Insan Teratai, pihak sekolah selalu menggaungkan “sekolah berkarakter” yang memberikan kekhasan dari sekolah ini. Sekolah berkarakter menekankan perilaku, dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan sebagai basis utama dalam mendasari kehidupan manusia. Sekolah Insan Teratai menyadari bahwa output / kelulusan anak-anak yang pernah mengenyam pendidikan di Insan Teratai tidak hanya cerdas dengan mengandalkan ratio tetapi lebih dari itu penekanan utama, bagaimana bertingkah laku baik. Atau meminjam seperti filosofi padi, semakin berisi, semakin merunduk.

Kedua, ketersediaan fasilitas sekolah. Untuk menunjang proses pembelajaran maka pihak Yayasan Insan Teratai Sejati menyediakan gedung yang memadai dan dilengkapi dengan laboratorium computer, studi musik dan sarana bermain untuk anak-anak TK. Ketiga, tenaga pengajar yang kompeten. Menurut Ibu Siang Riani, ketua Yayasan Insan Teratai Sejati, guru adalah harta berharga. Guru menjadi penggerak utama dalam menjalankan roda pendidikan. Semua guru ini tersebar dari masing-masing unit, yakni unit TK, SD,SMP dan SMK yang rencananya akan dibuka pada bulan Juli 2021. Mari dan lihatlah sekolah Insan Teratai dan tentukan pilihanmu untuk mendaftar di TK,SD,SMP dan SMK Insan Teratai.***(Valery  Kopong)