Maret 2, 2024


Dari tahun ke tahun, dukungan masyarakat terus bertambah dengan semakin banyaknya orang tua
yang antusias untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke Sekolah Insan Teratai.

Kami menerima murid baru dengan jumlah yang terbatas, melalui tes yang sangat selektif sehingga
dapat menyaring murid baru yang sesuai dengan kesiapan fasilitas, para pengajar,
sarana dan prasarana yang kami sediakan.

Kami sangat berbahagia karena banyak orang tua yang merasa bersyukur anak-anak mereka
dapat mengenyam pendidikan di sekolah kami. Mereka mengakui bahwa program pendidikan karakter
yang kami terapkan sangat membantu untuk mendidik anak menjadi baik di bidang akademik
maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dan melalui merekalah Sekolah Insan Teratai
mulai dikenal di sekitar wilayah Kutabumi, Kecamatan Pasarkemis Kabupaten Tangerang.

Sebagai pihak penyelenggara Sekolah, kami juga merasa bersyukur karena keinginan kami
untuk ikut mencerdaskan kehidupan anak bangsa dapat terwujud & tepat sasaran.
Sekolah Insan Teratai dikelola dengan sistem Non Profit, sangat membantu kondisi masyarakat sekitar.
Sehingga terjadi perubahan pola pikir orang tua tentang pentingnya pendidikan anak-anak,
melalui peningkatkan kerja sama dengan pihak sekolah dan guru untuk bersama-sama
menumbuhkembangkan anak-anak menjadi yang terbaik
sesuai dengan potensi dan bakat yang mereka miliki.

Akhirnya, Pembangunan Tahap II pun dilaksanakan…
Pembangunan Tahap II ini merupakan tahap terakhir dalam proses Pembangunan Sekolah Insan Teratai,
dan direncanakan gedung ini disiapkan hingga tingkat SMA. Untuk Pembangunan Tahap II ini
diharapkan terbangun 3 lantai dengan masing-masing lantai terdiri dari 6 ruangan kelas,
ditambah bangunan lain sebagai faktor penunjang sehingga luas total 475 m2 / lantai.
Dan dibutuhkan 28 tiang penyangga.

“Dengan berdana secara tepat waktu di manapun juga, dan jika buah dana tersebut masak,
maka ia akan memperoleh kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah,
dan kebaikan akan datang kepadanya tepat pada waktunya dan berlimpah ruah.”